di sinilah ungkapan itu tersampaikan..
sambil menikmati pemandangan nan indah kota berintan..
ditemani gemerlap lampu'lampu..
lalu lalang kendaraan di segala penjuru..
dan dua jagung bakar pedas berlapis keju..
sedikit keringat di kepala..
dan penuh keyakinan di dada..
akhirnya semua mengalir begitu saja..
terucap dari bibir..
yang tentunya berakar dari hati..
teriring gema takbir..
berkumandang sampai dini hari..
semua tak dipedulikan..
yang ada hanya harapan..
akhir bahagia..
bersama selamanya..
kalaupun terjadi..
hanya maut yang bisa menghalangi..
dan tentunya di surga kita akan bertemu kembali.. ^.^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar