# duhai cinta penggugah jiwa | saat kaki resah melangkah | bukan membiarkan salah arah | ingatkan untuk pasrah berserah | sampai waktu lelah menyerah ||
# merenda rindu di teras depan rumah | mengalun syahdu sambil melepas
lelah | berkawan secangkir candu dan senyuman ramah | alhamdulillaah |
anugerah itu sungguh teramat indah ||
# dzulhijjah samarsamar mengerlingkan cahayanya | menggoda debardebar
resahnya jiwa | mengusik getargetar rindu dan cinta | desirdesir mimpi
semakin terlihat nyata ||
# jika syairsyair sendu mengusik diri karena tergoda | maka sihirsihir
candu mampu merasuk ke relung jiwa | tapi dzikirdzikir syahdu meneduhkan
hati yang terlena | hingga bulirbulir rindu berjatuhan di atas sajadah
cinta ||
# seperti halnya keterbatasan manusia biasa | tak luput dari segala salah
dan dosa | namun bukan berarti semuanya tak bisa | lakukan saja dengan
penuh segenap rasa | yakinlah perubahan itu pasti seiring putaran masa ||
# mengaji rasa membakar angkara | menguji asa menukar prahara | mencoba lagi menawar prasangka | membaca hati menakar logika | merenda kasih merajut asmara ||
# saat dusta mampir bergaya | musnah sudah rasa percaya | merajut kecewa merenda maya | memasung hati apalah daya ||
# seperti idghom bilaghunnah | nun mati bertemu lam dan ra' | terlewati begitu saja | ada tapi tiada ||
# saat menahan sebuah rasa | seperti berjalan seabad masa | tak menjanjikan sejuta asa | hanya terdiam seribu bahasa ||
# cinta | bukan melulu curiga | atau selalu menduga | tapi saling menjaga | sampai waktu tak terhingga ||
