Kamis, 12 Februari 2015

#3 CINTA PENGGUGAH JIWA






















# duhai cinta penggugah jiwa | saat kaki resah melangkah | bukan membiarkan salah arah | ingatkan untuk pasrah berserah | sampai waktu lelah menyerah ||

# merenda rindu di teras depan rumah | mengalun syahdu sambil melepas lelah | berkawan secangkir candu dan senyuman ramah | alhamdulillaah | anugerah itu sungguh teramat indah ||

# dzulhijjah samarsamar mengerlingkan cahayanya | menggoda debardebar resahnya jiwa | mengusik getargetar rindu dan cinta | desirdesir mimpi semakin terlihat nyata || 

# jika syairsyair sendu mengusik diri karena tergoda | maka sihirsihir candu mampu merasuk ke relung jiwa | tapi dzikirdzikir syahdu meneduhkan hati yang terlena | hingga bulirbulir rindu berjatuhan di atas sajadah cinta || 

# seperti halnya keterbatasan manusia biasa | tak luput dari segala salah dan dosa | namun bukan berarti semuanya tak bisa | lakukan saja dengan penuh segenap rasa | yakinlah perubahan itu pasti seiring putaran masa || 

# mengaji rasa membakar angkara | menguji asa menukar prahara | mencoba lagi menawar prasangka | membaca hati menakar logika | merenda kasih merajut asmara |

# saat dusta mampir bergaya | musnah sudah rasa percaya | merajut kecewa merenda maya | memasung hati apalah daya || 

# seperti idghom bilaghunnah | nun mati bertemu lam dan ra' | terlewati begitu saja | ada tapi tiada || 

# saat menahan sebuah rasa | seperti berjalan seabad masa | tak menjanjikan sejuta asa | hanya terdiam seribu bahasa || 

# cinta | bukan melulu curiga | atau selalu menduga | tapi saling menjaga | sampai waktu tak terhingga || 

Tidak ada komentar: